Tampilkan postingan dengan label penyakit kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit kucing. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Feline Infectious Peritonitis (FIP)

FIP adalah penyakit serius, hampir selalu berakibat kematian bagi kucing. Penyakit ini disebabkan oleh keluarga coronavirus (feline corona virus/FcoV), yaitu sejenis keluarga virus yang juga menyerang anjing, babi dan beberapa spesies virus ini dapat menyerang manusia. Tetapi virus yang menyebabkan FIP pada kucing, tidak dapat menyerang manusia.

Coronavirus yang relatif tidak berbahaya dan biasa menyerang kucing yaitu Feline Enteric Coronavirus (FECV). FECV yang bermutasi menjadi virus ganas disebut Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Bila respon kekebalan tubuh kucing kurang baik, FECV yang bermutasi jadi FIPV ini dapat menyebabkan penyakit sistemik yang disebut Feline Infectious Peritonitis (FIP).

Bentuk Penyakit 
Penyakit ini bermanifestasi dalam dua bentuk : basah  dan kering. Tipe basah menyebabkan sekitar 60-70% dari keseluruhan kasus penyakit ini dan lebih ganas dari tipe kering. Bentuk penyakit yang muncul sangat tergantung pada reaksi kekebalan tubuh kucing. Bila kekebalan tubuh bereaksi cepat biasanya yang muncul adalah tipe kering. Sebaliknya bila kekebalan tubuh lambat bereaksi, maka tipe basah yang muncul.
Bila respon kekebalan tubuh cukup kuat, gejala penyakit bisa tidak muncul tetapi kucing dapat menjadi carrier dan dapat menularkan virus selama beberapa tahun hingga kekebalan tubuhnya berkurang sedikit demi sedikit. Seiring dengan berkurangnya kekebalan, penyakit akan semakin berkembang hingga timbul gejala sakit dan akhirnya menyebabkan kematian.

 fip basah kucing, perut buncit isi cairan
perut buncit berisi cairan pada FIP tipe basah

Statistik Kejadian Penyakit 
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Sabtu, 12 Januari 2013

Ketombe pada Kucing

Tak hanya manusia, kucing juga bisa ketombean. Ketombe pada kucing mirip dengan ketombe manusia. Ketombe pada kucing juga menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan perawatan kulit dan bulu kucing.

Tanda kucing berketombe, kucing sering menggaruk hingga lecet atau malah luka terbuka dan bisa mengakibatkan infeksi. Sementara kebanyakan perawatan dan pengobatan hanya mengatasi gatal dan yang disebabkan ketombe bukan menghilangkan penyebab ketombe. Jika kucing kesayangan Anda berketombe, perhatikan beberapa hal ini:

1.Merawat kucing yang berketombe perlu waktu yang lama, sehingga Anda harus telaten merawat bulu dan kulitnya.
2.Jaga kelembaban di dalam rumah. Karena udara kering akan memperburuk ketombe kucing dan juga menyebabkan rambut mudah rapuh dan kering.
3.Selama kucing berketombe, usahakan jangan menggunakan hair dryer karena panasnya bisa mengiritasi kulit kucing.
4.Jangan biarkan kucing main panas-panasan terlalu lama. Tunggu sampai
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Kejang pada Kucing

Setelah pada postingan yang lalu saya membahas kejang yang terjadi pada kucing saya, kali ini saya ingin memberikan informasi mengenai jenis gejala kejang pada kucing, semoga bisa menjadi informasi yang berguna bagi anda.

Kejang Motorik Besar 
Kucing biasanya menderita kejang motor besar di mana sebagian besar atau seluruh otaknya dipengaruhi oleh syaraf yang rusak. Ciri-cirinya kucing bisa jatuh tiba-tiba, tubuh kehilangan kontrol dan tidak punya control terhadap anggota tubuhnya yang suka bergerak tiba-tiba seperti kedutan atau gerak reflek.

Kejang Psikomotor 
kejang Psikomotor mempengaruhi perilaku. hewan peliharaan seperti berhalusinasi dan seperti berinteraksi dengan objek padahal objek itu tidak ada. Anjing ebenarnya berpotensi dapat mewarisi jenis kejang ini, tapi akhir-akhir ini kucing pun ada sebagian yang menderita jenis kejang ini. kejang psikomotor lain menyebabkan hewan peliharaan menjadi agresif atau takut. Beberapa jenis kompulsif / hasil perilaku obsesif dari kejang psikomotor, seperti mengejar ekornya sendiri atau kakinya sendiri dengan marah.

Kejang Fokal

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Feline Leukemia Virus (FELV)

Apa itu feline leukemia?

Feline leukemia (FeLV) adalah penyakit luas, untungnya tidak di kalangan kucing, tetapi berpotensi mengkhawatirkan karena (sering) kematian. Ini merupakan produksi abnormal sel-sel darah putih (leukosit). Sel darah putih dalam tubuh memiliki fungsi serangan masuk atau pembentukan agen patogen, dalam rangka mempertahankan dan melestarikan integritas `biologis dari organisme itu sendiri, ketika terbentuk di dalamnya atau Anda datang melalui kulit atau membran mukosa, yang merupakan penghalang alami tubuh.Para FeLV kata, yang dikenal dengan cara yang sama penyakit ini sebenarnya adalah nama ilmiah dari virus (khususnya, retrovirus) yang disebabkan, agen adalah khas dari patogen kucing, bagaimanapun, dan v adalah setiap risiko penularan atau infeksi terhadap laki-laki atau keturunan hewan lainnya. Penyakit ini dapat memiliki beberapa perkembangan, jika respon imun kucing tinggi (hampir 40% kasus), virus ini dinetralkan dan kucing mencapai kekebalan akhir, jika respon imun rendah tetapi infeksi dapat ` melintasi penghalang sel darah putih (WBC) dari darah yang ditunjuk untuk membela terhadap infeksi, immunocompromised dan kemudian membuat kucing juga peka terhadap infeksi sederhana daripada kucing lainnya akan diatasi tanpa kesulitan besar.Anda tidak dapat membuat prediksi yang akurat pada waktu yang tersisa untuk hidup dengan seekor kucing yang terinfeksi dengan FeLV, menyangkut kelangsungan hidup banyak faktor: keadaan kesehatan subjek, tahap penyakit saat diagnosis dan terapi.

cara penularan

Kucing dapat terinfeksi dalam dua cara: baik secara langsung atau tidak langsung, secara langsung melalui luka atau gigitan, ketika kucing berada dalam kontak langsung dengan kotak sampah dan mangkuk dari kucing yang terinfeksi. Penyakit ini dapat memiliki yang berbeda berlalu bahwa jika respon imun kucing adalah tinggi (hampir 40% kasus), virus ini dinetralkan dan kucing mencapai kekebalan terakhir, jika respon imun rendah, sekitar 30% dari kasus , infeksi l `dapat melewati sawar sel darah putih (WBC) dari darah yang ditunjuk untuk membela terhadap infeksi, sistem imun yang tertekan dan kemudian membuat kucing juga peka terhadap infeksi sederhana daripada kucing lainnya akan diatasi tanpa kesulitan besar.Anda tidak dapat membuat prediksi yang akurat pada
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Distemper pada Kucing

Distemper kucing adalah penyakit yang sangat menular dan fatal bagi kucing anda. Artikel berikut akan membantu Anda memahami penyakit mematikan ini.


Apa Distemper Kucing?
Distemper pada kucing juga dikenal sebagai Panleukopenia dan merupakan penyakit virus. Penyakit ini masuk dalam penyakit menular dan penyakit yang sangat fatal terutama terutama bagi kucing berusia muda dan anak kucing. Virus Distemper bertindak sangat cepat pada sistim tubuh kucing dan dapat menyebabkan kematian hewan dalam beberapa hari infeksi.

Apa Penyebab Distemper Kucing ?
Distemper kucing seperti tersebut di atas disebabkan oleh Parvovirus yang mirip dengan penyakit distemper pada anjing. Virus ini dibawa melalui angin, atau melalui perantara mamalia lain, Panleukopenia ditularkan melalui semua cairan tubuh seperti tinja, muntahan, urin, air liur dan lendir. kucing yang terinfeksi dapat menularkan virus distemper ke kucing yang sehat. Penularan lain menurut para hobies bisa dari transmisi termasuk kutu, gigitan serangga, dan lainnya, Jadi, karantina kucing anda jika terindikasi terkena distemper dan jauhkan ia dari kucing yang sehat.

kucing hamil rentan terhadap virus panleukopenia dan dapat menyebabkan aborsi spontan (halah sok ilmiah banget, maksud saya keguguran). Jika kucing melahirkan, anak kucing yang lahir kemungkinan bisa terkena kelainan otak. Virus ini juga menyerang tubuh kucing dan mempengaruhi kelenjar getah bening, sumsum tulang dan usus.

Apa Gejala Distemper pada kucing ?

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Apa itu Ringworm?

Ringworm atau dermatophytosis merupakan infeksi jamur pada kulit, bulu dan kadang pada kuku. Jamur penyebab terjadinya ringworm umumnya adalah.Microsporum canis,Trichophyton mentagrophytesdan Microsporum gypseum.

Ringworm dapat menginfeksi anjing, kucing, manusia dan spesies lainnya yang dapat menular satu sama lain. Resiko kejadian ringworm akan meningkat berkaitan dengan beberapa faktor. 
  • Umur : jamur dapat menginfeksi hewan umur berapapun tetapi hewan berumur kurang dari 1 tahun mempunyai resiko tertinngi.
  • Spesies dan Ras : Kucing mempunyai resiko lebih tinggi daripada anjing. Ras Persia pada kucing dan ras Yorkshire pada anjing serta ras berbulu panjang pada umumnya mempunyai resiko yang lebih tinggi. 
  • Status kekebalan : Kondisi hewan yang mengalami keadaan imunitas yang rendah seperti mengalami infeksi virus, bunting dan menyusui, malnutrisi, kanker, stress dan sedang meminum obat anti inflamasi
  • Hewan-hewan yang berada dalam lingkungan populasi yang tinggi dan perawatan yang kurang baik.
  • Lingkungan yang mempunyai cuaca yang panas dan lembab
Ringworm dapat menyebar melalui rodensia, tanah yang terkontaminasi tetapi yang paling berpotensi menyebarkan adalah kontak antar hewan yang terinfeksi atau lewat lingkungan yang terkontaminasi. Jamur dapat bertahan lama di lingkungan, pada hewan carier, furniture, karpet, debu, dsb yang tetap dapat menginfeksi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian. Ringworm dapat menular dari peralatan grooming, mainan, alas tidur atau dari pakaian dan tangan pemilik. Jamur dapat ditemukan pada bulu hewan atau lingkungan walaupun hewan tersebut tidak menunjukan gejala, umumnya masa inkubasi dapat terjadi antara 4 hari sampai 4 minggu.

Gejala yang muncul adalah
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Jumat, 11 Januari 2013

7 Penyakit Kucing yang Perlu Diketahui


Penyakit kucing bisa dibilang sama dengan penyakit manusia. Penyakit kucing ada yang digolongan penyakit ringan ada juga yang digolongkan kedalam penyakit berat. Nah berikut ini kami akan coba perkenalkan beberapa jenis penyakit kucing dari yang tergolong ringan hingga berat yang bisa dibilang paling sering diderita oleh si kucing peliharaan :

Flu Kucing
Flu kucing dapat terjadi karena tertular kucing lain, faktor cuaca, kehujanan, dan karena kekebalan tubuhnya yang menurun. Gejalanya hampir sama dengan flu manusia yaitu pilek dan bersin-bersin. Memang tidak menyebabkan kematian pada kucing dewasa, tetapi bisa fatal jika menyerang anak kucing.
Pencegahannya, anda bisa segera mengeringkan bulu si kucing jika basah karena kehujanan atau karena bermain air. Jika anak kucing anda terkena flu, periksakan segera ke dokter hewan terdekat.

Penyakit kulit
Biasanya penyakit kulit pada kucing terjadi akibat gigitan kutu, adanya parasit, atau juga jamur. Memang terkesan sepele, tetapi akan membuatnya tidak enak dipegang dan dipandang. Si kucing juga pastinya akan menderita karena tidak mendapatkan belaian kasih sayang.
Pencegahannya tentu dengan rutin memandikannya dan menjaga kebersihan si kucing dan kandangnya.
Untuk pengobatannya, anda bisa mengoleskan lotion anti jamur, atau jika kutunya banyak, mandikan dia dengan shampoo anti kutu atau bisa juga memberinya bedak anti kutu. Namun untuk anak kucing yang berusia dibawah 3 bulan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter hewan anda.

Infeksi Telinga
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Feline Infectious Peritonitis

Sesmita Oktora, drh

FIP atau Feline Infectious Peritonitis, merupakan salah satu penyakit virus yang sering menyerang kucing. Virus ini tidak spesifik hanya menyerang kucing ras tetapi bisa juga menyerang semua jenis kucing.

Sesuai dengan namanya, FIP dapat merusak sistem pencernaan hewan terutama usus. Hewan yang terinfeksi akan memperlihatkan gejala demam, diare dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sebagai pemilik kucing, sudah semestinya anda mengetahui penyakit virus yang satu ini.


Penyebaran virus FIP
Seperti pada umumnya kita tahu bahwa virus atau bakteri terdapat di alam yang tidak kita ketahui keberadaannya. Bagi individu yang sehat akan dapat mempertahankan kondisi tubuhnya tetap stabil dan terhindar dari berbagai jenis penyakit. Tetapi bagi individu yang lemah, stress atau dalam kondisi tidak sehat akan gampang sekali untuk terinfeksi berbagai penyakit, tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing.

FIP biasanya menyebar dari kucing yang satu ke kucing yang lain melaui tetesan air liur dan dari kotoran. 

Penyebab FIP
FIP disebabkan oleh Feline Coronavirus (FCoV). Ada dua jenis FCoV, yaitu Feline Enteric Coronavirus (FECV) yang bersifat avirulent (lemah) atau tidak menyebabkan sakit. Infeksi virus ini tidak memperlihatkan gejala yang serius, tapi mungkin akan terjadi diare ringan. Jenis virus yang lain adalah Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Virus ini termasuk virulent atau virus yang dapat menyebabkan sakit pada kucing penyebab utama dari FIP. Diduga bahwa FIP berkembang dari FECV karena adanya mutasi di dalam sel kucing. Penyebab dari mutasi ini tidak di ketahui.

Penyebaran FIP
FCoV dapat ditemukan dalam air liur dan kotoran  kucing yang terinfeksi. Penyebaran yang paling sering yaitu terjadinya kontak langsung dengan kotoran kucing lain di dalam box pasir. Melalui air yang terkontaminasi, tempat tidur dan pakaian.  Penyebaran dari induk ke anak dapat terjadi melalui plasenta, tetapi hal ini belum bisa di pastikan.

Virus di Lingkungan
FCoV dapat bertahan hidup di lingkungan terbuka selama 3-7 minggu. Setelah 3 minggu jumlah virus ini akan berkurang dengan sendirinya. Sejumlah desinfektan yang biasa dipakai untuk rumah tangga dapat membunuh virus ini.

Kejadian Penyakit
Ada 4 faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi FIP pada kucing yaitu
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Selasa, 20 November 2012

Jangan Salahkan Kucing Tentang Toxoplasma

kucingToxoplasma berasal dari kata toxon yang berarti bulan sabit dan gondii yang berarti rodensia, adalah protozoa yang menyebabkan toxoplasmosis yaitu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kehamilan(perkembangan janin) pada semua mamalia.
Secara epidemiologi Toxoplasma tersebar secara luas dari daerah alaska sampai australia (umumnya daerah yang panas memiliki kelembaban tinggi dan dataran rendah)
Toxoplasma diperkirakan telah menyerang 20-80 % populasi manusia di dunia, merupakan penyakit zoonotik nomer satu akibat jangkauan penularan dan dampak yang ditimbulkannya…
Apabila seseorang terserang toxoplasmosis maka rentan baginya untuk melahirkan seorang anak dalam keadaan cacat misal (hidrocephalus,kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, dll), bukan hanya wanita yang harus diperiksa positif toxoplasma atau tidak tapi pria juga karena sperma bisa saja mengandung toxoplasma.
Toxoplasma menyerang kucing dan biasanya masyarakat umum sering menyalahkan kucing sebagai satu-satunya penyebar toxoplasma.. ternyata tidak seperti itu… Kucing bukanlah satu-satunya penyebar toxoplasma yang dapat menginfeksi manusia..

baca artikel : toxoplasma tak selalu dari kucing

Selain Kucing,

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Karang Gigi pada Kucing

Penyakit dan gangguan pada gigi kucing banyak jenis dan penyebabnya. Sebagian besar disebabkan oleh terbentuknya karang gigi/tartar. Salah satu penyakit lanjutan yang disebabkan oleh tartar adalah penyakit pinggiran/sekitar gigi, yang dalam bahasa kedokteran lazim disebut penyakit periodontal. Bila tidak segera ditangani, penyakit periodontal ini dapat berlanjut menjadi penyakit gigi atau penyakit lain yang lebih parah.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, sekitar 70 % kucing-kucing yang berumur di atas tiga tahun mengalami gangguan/penyakit pada gigi. Jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan kerusakan permanen pada gigi, gusi dan tulang rahang. Berbagai gangguan dan penyakit pada gigi ini dapat dicegah dengan menghentikan pembentukan plak/karang gigi pada kucing.

Pembentukan karang gigi
Plak  adalah timbunan berwarna kuning yang terdiri dari sisa-sisa makanan, jaringan mulut yang sudah mati dan bakteri pembusuk. Semua bahan-bahan tersebut menempel dan menumpuk di sekitar permukaan gigi. Lama kelamaan jumlahnya semakin banyak kemudian mengeras dan membentuk karang gigi/tartar. Pada awalnya pembentukan karang gigi terjadi dibagian dasar gigi, kemudian semakin menyebar dan dapat menutupi seluruh permukaan gigi.

Bagaimana cara mengetahui apakah kucing saya mempunyai masalah karang gigi ?
Karang gigi dan bakteri yang terdapat didalamnya dapat menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasinya. Salah satu yang cukup jelas adalah nafas kucing yang berbau tidak sedap/busuk. Lebih lanjut, tartar dapat menyebabkan sakit dan peradangan pada gusi, akibatnya kucing Mengalami kesulitan pada saat makan atau bahkan dapat menghilangkan nafsu makan.
Jika kucing anda meneteskan liur berlebihan, menggoyang-goyangkan kepala atau mencakar-cakar mulutnya, ada kemungkinan kucing tersebut mengalami gangguan pada mulut atau giginya. 

Bagaimana karang gigi dapat mempengaruhi kesehatan kucing saya ?
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Rabu, 04 Juli 2012

Patah Tulang Pada Kucing

Ada 4 jenis patah tulang pada kucing...

1. Closed Fractures
Patah tulang yang tidak menyebabkan robeknya kulit/luka/kulit terbuka

2. Greenstick Fractures
Trauma pada tulang yang mungkin lebih ringan, karena yang terjadi hanya retakan pada tulang (tidak 100% patah)

3. Compound Fractures
Patah tulang yang mengakibatkan perlukaan pada kulit karena patahan menonjol keluar...
Lebih beresiko karena bisa mengakibatkan infeksi karena kontaminasi benda-benda asing

4. Epiphyseal Fractures
Lebih sering terjadi pada kitten karena dalam masa pertumbuhan dan tulangnya masih "lunak"

patah tulang kucing

Gejala & Resiko Patah Tulang
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Selasa, 19 Juni 2012

Keracunan yang Terjadi Pada Kucing


Ketika memutuskan untuk memelihara kucing di rumah, jangan dilupakan ketelitian kita perlu untuk ditingkatkan. Karena rentan sifatnya bagi kucing keracunan oleh  zat-zat yg aman kita gunakan tapi ternyata berbahaya bagi kucing kesayangan. Keracunan pada kucing acapkali tidak terduga. Waspadalah terhadap gejalanya, antara lain  muntah, kejang,  sempoyongan, gemetar, anggota badannya tidak terkoordinasi dengan baik, nafas terengah-engah, diare akut,  air liur keluar terus.

Proses masuknya zat beracun dapat disebabkan kebiasaan menjilat pada kucing, selain itu zat beracun pun bisa meresap ke dalam tubuh kucing melalui kulit. Atau secara tidak sengaja terhirup ke dalam saluran nafasnya.

Kucing dapat teracuni oleh zat yang sifatnya korosif (menyebabkan rusak/hancur) dan yang non-korosif. Untuk golongan korosif dapat ditemui pada produk pemutih, insektisida, deterjen,  juga desinfektan. Perlu diketahui bahwa kucing alergi terhadap zat yang bersifat benzoyl-OH,  dan fenol.  Jadi penting bagi kt untuk mengecek unsur apa yg terdapat dalam suatu produk pembersih sehingga
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Jumat, 15 Juni 2012

Trik Menangani Kucing yang Terluka


Berhati-hati jika menolong/menangani kucing yang terluka, karena biasanya mereka takut, kesakitan dan akan menjadi berbahaya...

Lakukan dengan lembut dan sabar...(jangan ambil tindakan gegabah jika ternyata kucing yang terluka galak)
Selalu minta bantuan orang lain...untuk membantu anda...

Cara Menangani Kucing terluka yang Jinak
=================================
Jika kucing tersebut diam dan mau dipegang, pertama-tama periksa bagian luka dengan SEKSAMA...jangan sampai pada saat kita bermaksud membawanya / memindahkannya ke keranjang untuk di bawa ke dokter...malah membuat kucing tambah sakit

Sejinak apapun jika kucing sedang terluka atau sakit, kadang terjadi perubahan temperamen...
Maka itu bujuklah dengan kata-kata lembut, dan usap-usapan biar kucing tersebut tenang, angkat kucing pelan-pelan dan hati-hati, sebagai contoh :

angkat bagian tengkuk dengan tangan kanan
sambil memegang bagian kaki dengan tangan kiri

atau

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Jumat, 25 Mei 2012

Feline Immunodeficiency Virus (AIDS Pada Kucing)


Etiologi

Virus penyebab AIDS pada kucing Feline Immunodeficiency Virus (FIV) termasuk dalam kelompok Lentivirus dan mempunyai single stranded RNA virus. Virus Feline Immunodeficiency (FIV) mempunyai sifat host spesific artinya adalah hanya menyerang pada kucing.
FIV terdapat diseluruh dunia dan sekitar 1.5-3 % kucing di USA terinfeksi penyakit ini. Dan sekitar 5% kucing yang positif FIV juga menderita penyakit Feline Leukemia Virus (FeLV).
Penularan
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) terutama ditularkan melalui luka gigitan, sehingga kucing yang sering berkeliaran di luar rumah mempunyai resiko terkena FIV lebih tinggi dari pada kucing yang hidup di dalam rumah, begitu pula kucing jantan yang agresif dan sering berkelahi lebih mudah terinfeksi.
Induk bunting yang terinfeksi juga dapat menulari anaknya pada saat masih di dalam rahim. Umur kucing yang terinfeksi FIV bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu. Lebih dari 50 % kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit pun selama beberapa tahun. Sekitar 20 % kucing yang terinfeksi FIV mati dalam waktu 2 tahun. Umumnya kucing mati dalam waktu 4-6 tahun setelah virus masuk dan menginfeksi tubuh.

Gejala klinis
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Selasa, 17 April 2012

Bulu Rontok Pada Kucing


Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.

Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.

Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini :

  • Rontok normal

Umumnya kucing mengalami kerontokan bulu setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.





  • Kekurangan nutrisi


Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.

  • Kelebihan vitamin
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Kamis, 05 April 2012

Pencegahan Scabies Pada Kucing Kita

Scabiesis adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau (sejenis kutu)scabies/sarcoptes. Penyakit ini sering menyerang anjing, kucing, kelinci dan dapat juga menular ke manusia. Sebagian besar scabiesis pada anjing dan kelinci disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei, sedangkan notoedres cati lebih sering menyebabkan scabiesis pada kucing. Selain notoedres cati, Sarcoptes scabiei juga dapat menyerang kucing.

Tungau Notoedres cati, siklus hidup & cara penularan

kucing scabiesScabiesis pada kucing lebih sering disebabkan notoedres cati, seperti halnya sarcoptes scabiei yang lebih sering menyerang anjing. Tungau ini berukuran sangat kecil (0.2-0.4 mm), hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau kaca pembesar.

Seluruh siklus hidup tungau ini berada di tubuh induk semangnya. Tungau betina menggali dan melubangi kulit kemudian bertelur beberapa kali sambil terus menggali saluran-saluran dalam kulit induk semangnya. Lubang-lubang dalam kulit yang digali seekor tungau betina dapat mencapai panjang beberapa centimeter.

Setelah bertelur beberapa kali, tungau betina mati. Dalam waktu 3-8 hari telur menetas menjadi larva berkaki enam. Larva yang telah dewasa berubah menjadi nimfa yang mempunyai delapan kaki. Nimfa dewasa berganti kulit menjadi tungau dewasa. Dalam saluranyang telah digali tungau betina tersebut, tungau dewasa melakukan perkawinan dan proses daur hidup berulang kembali. Satu siklus hidup memerlukan waktu 2-3 minggu.

Scabiesis dapat menyerang kucing pada semua umur, baik jantan maupun betina. Penularan penyakit kulit ini terjadi melalui kontak fisik antar kucing atau kontak dengan alat-alat yang tercemar tungau seperti sisir, kandang, dll.



Tanda & gejala terserang Scabies

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Sabtu, 25 Februari 2012

Penyakit kucing Cryptosporidiosis

Penyakit ini menyerang seluruh kucing yang ada di dunia ini. Dan amat sangat menakutkan. Mengapa?? Karena ini penyakit kucing ini sampai saat ini belum ada vaksinnya. Sehingga tidak bisa dicegah.
Walau begitu anda tetap bisa meminimalisasikan dengan menjaga kebersihan lingkungan (Tentu juga termasuk kebersihan majikannya).
Penyebab dari penyakit ini adalah Protozoa. Dan yang tipe paling berbahaya adalah tipe Cryptosporidia parvum.
Gejala-gejala umum kucing terkena penyakit ini adalah :
  • Diare herat
  • Demam
  • Nafsu makan hilang
  • Dehidrasi
Hati-hati walaupun ini adalah penyakit kucing namun dapat juga menular ke manusia. Penularannya sendiri kepada manuasia melalui air dan makanan. Penyakit ini begitu berbahaya jadi jika kucing anda memiliki penyakit ini lebih baik langsung ke dokter hewan terdekat
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Penyakit kucing FUS

FUS merupakan kependekan dari Feline Urologic Syndrome. Penyakit kucing yang berhubungan dengan Uretra dan Urine.
Penyebab penyakit kucing ini masih belum diketahui dengan pasti. Walaupun ada beberapa penelitian yang mengklaim tahu penyebabnya tapi itu masih dalam sebatas argumen. Banyak yang mengatakan  disebabkan oleh tersumbatnya saluran uretra. Tapi tidak sedikit mengatakan dari radang uretra, tumor dan bahkan sekedar trauma
Walaupun penyebab penyakit kucing ini belum diketahui namun ada beberapa faktor yang diperikirakan mempengaruhinya.
  1. Kandungan mineral dan air dalam makanan
  2. Frekeunsi makan si kucing itu sendiri
  3. Menyerang kucing pada umur sekitar  satu sampai enam  tahun
  4. Walau tidak semua tapi Sering  terjadi pada kucing persia
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Hati-hati! Kucing juga bisa tertular RABIES

Tahukah anda bahwa rabies adala salah satu penyakit kucing yang paling berbahaya…
Sebagian besar dari anda pasti sudah tahu bahwa rabies adalah penyakit anjing gila. Tapi saya yakin sebagian besar dari anda tidak tahu bahwa rabies juga dapat menular pada kucing. Well, sebenarnya bukan hanya kucing saja! semua makhluk hidup berdarah panas termasuk manusia juga dapat terkena.
Jadi jika kucing anda terkena penyakit rabies, Dan anda tergigit olehnya. Saat itu boleh dikatakan harapan untuk hidup sudah tidak ada. Tragisnya anda akan mati dengan penderitaan yang teramat sangat sakit. begitu juga nasih kucing yang menulari anda rabies.
Gejala Rabies pada kucing maupun hewan lainnya dibagi menjadi 3

1. Rabies membabi buta

Dulu rabies jenis ini disebut hidropobia (takut air) mengapa demikian? karena jika terkena kucing akan tampak kehausan. Namun saat kita beri air,  ototnya akan kejang-kejang seolah-olah takut air
Sedangakan gejala rabies jenis ini biasanya adalah
  • Cenderung berlarian kesana-kemari
  • Terlihat seperti gelisah namun tidak tahu apa penyebabnya
  • Mudah sekali terangsang
  • Seringkali bereaksi tidak wajar seperti menyerang dan menggigit sesuatu yang bergerak
Air liur kucing jika terkena penyakit kucing ini akan mengandung banyak virus rabies. Dan jika sampai anda tergigit. Wah pokoknya gawat deh!

2. Rabies Diam

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats

Sabtu, 18 Februari 2012

Fakta Tersembunyi Penyakit Flu kucing



Penyakit pada kucing yang juga sering terjadi pada manusia mungkin adalah flu. Pada kucing, flu ini disebut feline upper respiratory disease (Penyakit alat pernapasan atas).
Dan tahukah anda! ini merupakan salah satu dari puluhan jenis Penyakit pada kucing yang dapat menular cepat pada anak-anak kucing.
Flu ini Disebabkan oleh vius golongan herpes (Calicivirus) terkadang menginfeksi bersama virus mikoplasma seperti Chlamydia. Dan langsung mengenfeksi di dalam alat pernafasan kucing.
Sedangkan…

Gejala flu maupun ciri flunya sebenarnya hampir sama dengan manusia. Berikut beberapa diantaranya
  • Pertama tentu adalah ciri flu pada umumnya yaitu BERSIN.
  • Kemudian diikuti demam tinggi dengan suhu diantara 40-41 C.
  • Nafsu makan hilang (kalau ini kayaknya semua penyakit kucing ya :D )
  • Depresi
Hampir sebagian besar sama dengan manusia bukan? Namun jika gejala flu ini tidak anda tindaklanjuti, maka penyakit kucing ini akan semain menjadi-jadi seperti berikut :
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di All About Cats